Kisi-kisi Ujian Sekolah/Madrasah pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Luar Biasa dan Paket A/ULA telah dipublikasikan olah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui penerbitan Perarturan Kepala Badan Peneilitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 045/H/HK/2015.
Showing posts with label SD. Show all posts
Showing posts with label SD. Show all posts
Monday, 4 January 2016
Peraturan dan Lampiran Prosedur Operasi Standar Ujian Sekolah SD, MI dan SDLB 2016
Sejak tahun 2014 Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SD dan sederajat diganti dengan Ujian Sekolah. Pelaksanaan ujian akhir tingkat SD/MI ini tidak diurus pusat, kewenangannya diserahkan ke Dinas Pendidikan di masing-masing daerah. Namun secara garis besar tata cara pelaksanaan atau prosedur pelaksanaannya masih diatur oleh pemerintah pusat.
Seperti tahun sebelumnya untuk tahun pelajaran 2015-2016 Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Sekolah kembali diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan NOMOR : 045/H/HK/2015.
Wednesday, 11 November 2015
Mendikbud Anies Baswedan tentang Uji Kompetensi Guru 2015
Sambutan Mendikbud Anies Baswedan terkait pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Tahun 2015
Tuesday, 10 November 2015
Melihat Nilai Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015
Guru dapat melihat nilai hasil UKG 2015 berupa hasil kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.
Nilai hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 secara online dapat langsung dilihat oleh guru. Setelah menyelesaikan ujian melalui sistem Computer Based Test (CBT) tersebut, nilai hasil UKG yang diperoleh guru akan ditampilkan. Guru dapat melihat nilai hasil UKG 2015 berupa hasil kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.
Dalam UKG tahun 2015 guru akan mengerjakan 80 soal dengan waktu 120 menit. Komposisi instrumen materi tes adalah 30% kompetensi pedagogik dan 70% kompetensi profesional atau 24 soal pedagogik dan 56 soal profesional. Setelah selesai ujian, guru dapat melihat berapa soal yang dijawab benar dan berapa soal yang dijawab salah.
Kompetensi pedagogik merupakan salah satu jenis kompetensi yang mutlak harus dikuasai guru. Kompetensi ini pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran.
Sedangkan kompetensi profesional adalah bidang studi yang diujikan sesuai dengan bidang studi sertifikasi sedangkan bagi guru yang belum sertifikasi disesuaikan dengan kualifikasi akademik guru. Sesuai dengan kisi-kisi materi UKG 2015 yang dirilis Kemendikbud ada tiga mapel UKG bagi guru SD, yaitu guru kelas rendah, guru kelas tinggi, dan guru Penjaskes.
UKG berlangsung pada 9-27 November 2015 dengan diikuti sekitar 2.949.110 guru, baik PNS maupun guru non PNS. Guru yang nilainya di bawah standar kompetensi akan mengikuti pelatihan. Sementara, guru yang nilainya di atas standar atau yang mencapai nilai sempurna akan dijadikan mentor. Tahun ini standar minimum UKG yakni 5,5.
UKG tahun 2015 digunakan untuk memperoleh gambaran informasi kompetensi pedagogik dan profesional. Sementara alat ukur untuk kemampuan sosial dan pribadi guru akan menggunakan penilaian kinerja guru. Ke depan UKG akan digelar setiap tahun, pemerintah menargetkan pada 2019, nilai standar UKG mencapai 8.
Sumber : www.sekolahdasar.net
Monday, 9 November 2015
CONTOH SOAL UKG SD DENGAN KUNCI JAWABAN
Untuk guru
jenjang Sekolah Dasar (SD), sesuai kisi-kisi materi Uji Kompetensi Guru (UKG)
tahun 2015 yang diunggah Kemendikbud ada tiga mata pelajaran (mapel) UKG, yaitu
guru SD kelas rendah, guru SD kelas tinggi, dan guru Penjaskes SD.
Guru kelas
1, 2, dan 3 akan mengikuti UKG dengan mapel guru kelas rendah SD, dan untuk
guru kelas 4, 5, dan 6 mengikuti UKG dengan mapel guru kelas tinggi. Sedangkan
guru penjaskes mata pelajaran UKG-nya adalah Penjaskes SD.
Friday, 6 November 2015
Pendaftaran Ujian Nasional Tahun 2016 Melalui Dapodik
Jakarta (Dikdasmen): Pendaftaran calon peserta ujian nasional tahun 2016 akan menggunakan aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Demikian ketentuan yang termuat dalam Petunjuk Teknis Pendataan Peserta Ujian Nasional Tahun 2016.
Menu Data Peserta Didik yang terdapat dalam aplikasi Dapodik, akan menjadi rujukan dalam penyaringan calon peserta ujian nasional. Ketentuan ini berlaku bagi satuan pendidikan (baca: sekolah) mulai SMP, SMA, dan SMK.
Wednesday, 9 July 2014
HAKIKAT PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA
Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran,
artinya melalui data yang dikumpulkan untuk evaluasi, guru dapat mengetahui
mengenai tingkat pencapaian tujuan, kekuatan-kekuatan siswa dalam belajar dan
kelemahan-kelemahan dalam proses belajar yang telah dikembangkan guru di kelas.
Atas dasart informasi itulah guru kemudian dapat mengambil suatu keputusan
untuk menentukan status dari apa yang dievaluasi tersebut.
Monday, 7 July 2014
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
Metode Student Team Learning (Pembelajaran Tim Siswa) adalah teknik
pembelajaran kooperatif yang dikembangkan dan diteliti oleh John Hopkins University.
Lebih dari separuh metode pembelajaran kooperatif menerapkan metode ini. Semua
pemmbelajaran kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerja sama dalam
belajar dan bertanggungjawab terhadap teman satu timnya, mampu membuat diri
mereka belajar sama baiknya. Student Team
Achievement Divisions (STAD)
adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang menerapkan metode
pembelajaran tim siswa.
Tuesday, 1 July 2014
Metode-metode Pembelajaran Bagian III
21. Kartu Arisan
Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu.
Langkah-langkah:
1. Bentuk kelompok orang secara heterogen.
2. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas.
3. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok, kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban.
Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu.
Langkah-langkah:
1. Bentuk kelompok orang secara heterogen.
2. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan dimasukkan ke dalam gelas.
3. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok, kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban.
Metode-metode Pembelajaran Bagian I
1. Lesson Study
Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.
Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi:
a. Perencanaan.
b. Praktek mengajar.
c. Observasi.
d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.
Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah ‘lesson study’ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.
Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi:
a. Perencanaan.
b. Praktek mengajar.
c. Observasi.
d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.
Subscribe to:
Posts (Atom)
